Jumat, 18 Desember 2015

Intro

*bagi kalian yang lagi buka post ini pake browser-HD atau PC, kalian bisa langsung play musik yang ada di atas. Tinggal di-klik aja, itung-itung bisa nge-refresh otak yang mungkin lagi ambeyen - hehe. Inget ya, yang HD. Bukan yang MINI yang biasa dipake sama anak kost yang miskin kuota - haha *sembunyi di balik tubuh ibu kost*


Hey Semua? Im Newbie :D


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum saudara saudaraku sekalian.

Well,
Ini post pertama gue di blog pertama gue dan di bulan ke-14 gue ngejalani status kejombloan gue *nangis darah*
Ok, alangkah baiknya kalo kita nggak usah ngebahas masalah kejombloan gue, soalnya gue juga tau kalo lo lo pada juga ngejomblo, dan semoga lo yang lagi punya pacar cepat jomblo juga #eh. Eh, gue ngomong gitu bukan bermaksud jelek kok, menurut gue ada loh sisi positif dengan bertambahnya jumlah jomblowers di muka bumi Indonesia Raya ini, ni ya contohnya:
-          Bisa ngurangi kemacetan di jalanan (apalagi pas malam minggu). Gue jadi bebas deh guling-guling di aspal tanpa takut kelindes, sambil meratapi kejonesan gue ini *hahahuhuhuhu T.T
-          Hutan dan tanaman jadi lebih lebat dan subur. Gimana enggak coba? Otomatis akan banyak jomblo yang berdoa minta hujan sambil nari nari, mungkin bukan hanya di malam minggu, bahkan mungkin akan ada komunitas jomblo yang berdoa minta ujan tiap hari *sumpah yang ini serem*. Ya intinya air hujan itu berguna bagi bangsa dan negara (juga hutan dan tanaman) *hormat membusungkan dada*
-        Bisa fokus ngegapai cita citata, jadi gue bisa membanggakan orang tua, nusa dan bangsa – Amin *mendadak serius dikit*
-          Bisa meningkatkan penjualan perusahaan sabun, lotion dan baby oil, (we-te-ef, kenapa gue bahas ini?) gue skip aja bagian ini ya, gue takut ditegur kak Seto, pokoknya You Know What I Mean la. *lari tanpa bayangan*
-          Dan 1 keunggulan para jomblo itu yang gak akan, ... sekali lagi gue ulangi G-A-K A-K-A-N dialami orang yang lagi pacaran, jomblo tuh gak akan pernah DISELINGKUHIN. Ya iyalah cuk, boro2 diselingkuhi, pacar aja kagak punya pfffttttt. *palm face*

Kayaknya itu aja sih yg bisa gue utarakan, siapa tau ada yang bisa nambahi apalagi sisi positif dari bertambahnya jumlah jomblo, monggo komen di bawah. Hehe
Kalo sisi negatifnya mungkin, ... akan ada banyak aliran air (baca: air mata) yang lama kelamaan bisa menyebabkan banjir akibat dari ratapan para jones – haha

Fyi, sebenernya gue bukan mau bahas jomblo di post ini woi! Kenapa gue terlena dengan topik itu? -_- alright eperibadeh, kita sudahi tentang jomblo yang penuh dengan kesengsaraan itu #im setrong.
Berhubung ini post pertama gue, gue mau intro dulu tentang diri gue, sekalian cerita dikit tentang masa lalu gue. Siapa gue? Siapa orang tua gue? Siapa adek adek gue? Siapa pacar pacar tetangga gue? Siapa temen boker gue? Dan Elu siapa? *mendadak idiot*

Jadi gini ya, pada tahun 1992 ... *backsound ketika mengingat masa lalu kayak di pilem pilem*
Haha becanda mulu ni kutil bencong. Ok ok, gue coba untuk serius, 1... 2... 3... haha gue ga betah jadi orang yang serius bahkan dalam waktu kurang dari 5 detik.

Gue dilahirin di tanah Indonesia yang kita cintai ini (tapi tidak dengan pemerintahannya) di tahun 1992, gila gak nyangka gue udah setua ini masih jomblo aja. Tepatnya, gue lahir di kota Lhokseumawe, sono noh di Aceh sono. Tapi gue bukan keturunan Aceh ya, soalnya bokap gue asli Padang dan nyokap gue asli Jawa, dan gue? asli nggak jelas sukunya apa? Serah gue mau bilang padang kek, jawa kek,  atau gue ini malah Jawa-ban dari salah satu doa kamu *eciieeeh. Dan Alhamdulillah gue terlahir normal tanpa kekurangan sedikitpun tanpa sungsang, suer kepala duluan yang nongol, dan bukan dilahirin pas nyokap gue lagi bersin (gue bukan ingus). Gue dikasi nama Ricky Dharmawan, biasa dipanggil Ricky. Keren kan? Keren dong? Iya, gue tau itu nama yang pasaran -_- *hening. Eh tapi gue tetap bersyukur, itu hadiah yg luar biasa yg diberikan oleh ortu gue. Lo bayangin aja kalo misalnya ortu gue ngga ngasi nama atau lupa ngasi nama ke gue, mungkin gue gak akan ditemukan kalo ilang di rawa rawa -_- *krik krik*.

Gue sempat tinggal lama di Aceh sebelum akhirnya pindah ke medan – ke siantar – ke medan lagi – sampai sekarang. Lain waktu gue ceritain kehidupan gue di masa kecil #alah, nggak penting.

Gue Mahasiswa Ekonomi tingkat Kedaluwarsa di salah satu universitas di Medan, dan entah kenapa gue males nyebutin nama universitasnya – haha. Iya, gue anak ekonomi, akuntansi lagi. Kebayang dong gimana menderitanya bahagianya hidup sama gue yang serba perhitungan (baca: pelit) *senyum bayi*.

Dan minat gue? banyak coy, musik, astronomi, baca buku (nggak termasuk buku yg isinya membosankan), jepang – jepangan (musiknya, animenya, cewe-cewe JAV-nya, cosplay-nya, manganya, dll) travelling, touring, naik turun gunung, masuk hutan keluar hutan, masuk kamar gak keluar keluar #IYKWIM – apaan?!

Tapi dari semua minat gue itu, semuanya bisa terealisasi kecuali astronomi. Waktu SMA gue punya cita-cita pengen kuliah di ITB, karena se-Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara cuma ITB yang punya jurusan Astronomi, hebat juga ya Indonesia – huehehe. Dan setelah lulus SMA gue dihadapkan oleh kenyataan bahwa gue nggak bisa nerusin kuliah di ITB karena masalah biaya, ok gue sedih. Dan gue sempat nunda nikah kuliah selama 2 tahun karena gue gatau harus kemana? Harus kuliah dimana? Akhirnya gue merantau, gue kerja di luar kota, hidup sendiri layaknya musafir yang mencari arti kehidupan #lebay. Singkat cerita gue balik lagi ke medan, mutusin untuk kuliah. Gue bingung mau ambil jurusan apa? Karena minat gue cuma astronomi – huhu. Akhirnya setelah gue semedi di pangkalan ojek selama 2 bulan-an, gue mutusin untuk ambil jurusan ekonomi akuntansi – yeee, *prokprok*. Gue pilih jurusan absurd itu karena awalnya gue pikir gue kan suka ngitung ngitung tuh, “kalo memang suka ngitung kenapa gak ambil matematika aja?”, fans-pun bertanya. Hidup gue anti-mainstream coy, cukup SD – SMA gue nyentuh pelajaran itu *senyum arogan*. Dan ternyata Akuntansi itu lebih buruk dari yang ada di kepala otak gue – huhu. Iya, gue sadar gue salah pilih jurusan, dan parahnya lagi gue baru nyadar waktu uda semester 5, lima, L-I-M-A #fiuh. Gue harus apa kalo uda gitu? Mau nggak mau gue harus nerusin kuliah ini sampe selesai, walaupun harus dengan nangis darah. Tapi, sedikit demi sedikit dan mulai menjadi bukit, gue mulai ngerti sama kuliah ini dan gue mulai ikhlas dalam menjalaninya, walaupun masi sering cabut untuk main pe-es – haha.

Oya, selain ngampus, gue juga ngurus band yang dimana gue sebagai gitaris (eceile yang anak band tapi tetap jomblo akut) – senang lu senang?! Tertawalah sepuasnya. Dari SMA gue emang uda pengen punya band sih. Cuma waktu itu gue ga bisa main apa-apa, cuma bisa nyanyi doang, itu juga suaranya selevel sama suara orang yang lagi ngeden mau lahiran, makanya lebih baik gue diem dan ngomong pake bahasa isyarat.
*skip skip*
Gue gapunya banyak waktu untuk nyeritain gimana asal-usulnya gue bisa jadi gitaris. Ya pokoknya sekarang gue uda jadi gitaris keren *TITIK*. Gue mulai bentuk band ini dari niat yang kuat dan jiwa yang sehat (yap, im the leader). Gue mulai nyari anggota, yang akhirnya sampe sekarangpun anggotanya belum jelas dan belum solid. Ternyata sesulit ini membentuk suatu band, bahkan lebih sulit dari memecahkan rumus cewek kimia. Ya walaupun band ini belum jelas bentuknya, setidaknya band ini sudah diberi nama, you know what is the band name? “SILENT TIME”. Sugoiii!! >.<
Setelah memikirkan dari beberapa nama yang dijadikan kandidat, akhirnya nama itulah yang terpilih *potong tumpeng*. Nama itu terinspirasi dari satu band Jepang yaitu, SILENT SIREN, personilnya cewe semua dan imut imut ikeh gitu, musiknya juga nyangkut di hati, walaupun nggak tau arti dari liriknya – hehe
Pokoknya band kami ini masi belum jelas personilnya, barangkali ada yang bersedia ngisi posisi keyboard dan vocal silahkan  hubungi gue, gue membutuhkan bakat kalian T.T

Di antara aktivitas gue sehari-hari yang uda gue ceritakan di atas tadi, sebenernya gue juga uda bekerja di suatu perusahaan di Medan. Karena judul post ini bukan tentang profil perusahaan di tempat gue bekerja, jadi gue gaperlu jelasin tentang perusahaan ini #naikkan gaji kami.
Pekerjaan gue sebagai Akuntan, yang hari-harinya berhadapan dengan angka-angka yang njelimet. Dan akhirnya gue sadar, gak ada yang sia-sia dari jurusan yang uda gue pilih *senyum kucing*. Dan buat orangtua yang punya anak yang cakep dan manis, ga apa apa dah yang penting kenalin deh ke saya. Mudah-mudahan hidupnya bahagia, minimal malam minggu anak bapak/ibu bisa makan gorengan plus es tehmanis *dilempar kuali*.

...
...
...
...
*lagi mikir*
...
...
...
*masi mikir*
...
...
...
*ketiduran*
...
...
...
Yap, kayaknya kali ini cuma itu aja yang bisa gue ceritain tentang gue yang cuma manusia biasa ini – hehe. Sebenernya masi banyak lagi yang bisa gue ceritain tentang latar belakang gue, secara udah 23 tahun gue hidup di dunia yang fana ini *termenung*. Next post, mudah-mudahan gue bisa nyeritain apapun yang belum sempat gue ceritain – amin.

Oya, berhubung gue ini newbie di dunia per-blog-an ini, tolong dikasi saran atas apapun tentang post gue. Baik susunan kalimat, plot cerita, bla bla bla. Dan gue juga bersedia kok jadi murid senior-senior sekalian *pasang muka tanpa dosa*
Yoroshiku senpai!

Kemudian, gue juga belum tau jelas blog ini mau dibawa kemana? #armada kaleeee.
Ya pokoknya, gue akan berbagi cerita apapun yang gue pikir bisa bermanfaat bagi orang lain, tumbuhan dan hewan. #yaakali.

Sekalian gue promo sosmed gue ya.. (langsung klik aja - hehe) 
Facebook
Twitter 
Instagram 
Line juga yah, kali aja ada yang mau pacaran kenal dekat sama gue - haha *ngarep*
ID Line : rickydha

Terimakasih banyak sudah mau membuang waktu untuk membaca post yang hina ini. Barangkali ada yang gak suka atau ada yang mau kenalan sama gue, silahkan tinggalkan jejak berupa komentar di bawah. Tenang, gue gak suka sakit hati kok :v

Jaa,
Arigatou~

Assalamu’alaikum