Hey Semua? Im Newbie :D
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum
saudara saudaraku sekalian.
Well,
Ini post pertama
gue di blog pertama gue dan di bulan ke-14 gue ngejalani status kejombloan gue
*nangis darah*
Ok, alangkah
baiknya kalo kita nggak usah ngebahas masalah kejombloan gue, soalnya gue juga
tau kalo lo lo pada juga ngejomblo, dan semoga lo yang lagi punya pacar cepat
jomblo juga #eh. Eh, gue ngomong gitu bukan bermaksud jelek kok, menurut gue
ada loh sisi positif dengan bertambahnya jumlah jomblowers di muka bumi
Indonesia Raya ini, ni ya contohnya:
-
Bisa ngurangi kemacetan di jalanan (apalagi pas malam
minggu). Gue jadi bebas deh guling-guling di aspal tanpa takut kelindes, sambil
meratapi kejonesan gue ini *hahahuhuhuhu T.T
-
Hutan dan tanaman jadi lebih lebat dan subur. Gimana
enggak coba? Otomatis akan banyak jomblo yang berdoa minta hujan sambil nari
nari, mungkin bukan hanya di malam minggu, bahkan mungkin akan ada
komunitas jomblo yang berdoa minta ujan tiap hari *sumpah yang ini serem*. Ya
intinya air hujan itu berguna bagi bangsa dan negara (juga hutan dan tanaman)
*hormat membusungkan dada*
- Bisa fokus ngegapai cita citata, jadi gue
bisa membanggakan orang tua, nusa dan bangsa – Amin *mendadak serius dikit*
-
Bisa meningkatkan penjualan perusahaan sabun, lotion
dan baby oil, (we-te-ef, kenapa gue bahas ini?) gue skip aja bagian ini ya, gue
takut ditegur kak Seto, pokoknya You Know What I Mean la. *lari tanpa bayangan*
-
Dan 1 keunggulan para jomblo itu yang gak akan, ... sekali
lagi gue ulangi G-A-K A-K-A-N dialami orang yang lagi pacaran, jomblo tuh
gak akan pernah DISELINGKUHIN. Ya iyalah cuk, boro2 diselingkuhi, pacar aja
kagak punya pfffttttt. *palm face*
Kayaknya itu aja
sih yg bisa gue utarakan, siapa tau ada yang bisa nambahi apalagi sisi positif
dari bertambahnya jumlah jomblo, monggo komen di bawah. Hehe
Kalo sisi
negatifnya mungkin, ... akan ada banyak aliran air (baca: air mata) yang lama
kelamaan bisa menyebabkan banjir akibat dari ratapan para jones – haha
Fyi, sebenernya gue
bukan mau bahas jomblo di post ini woi! Kenapa gue terlena dengan topik itu?
-_- alright eperibadeh, kita sudahi tentang jomblo yang penuh dengan kesengsaraan
itu #im setrong.
Berhubung ini
post pertama gue, gue mau intro dulu tentang diri gue, sekalian cerita dikit
tentang masa lalu gue. Siapa gue? Siapa orang tua gue? Siapa adek adek gue?
Siapa pacar pacar tetangga gue? Siapa temen boker gue? Dan Elu siapa?
*mendadak idiot*
Jadi gini ya,
pada tahun 1992 ... *backsound ketika mengingat masa lalu kayak di pilem pilem*
Haha becanda
mulu ni kutil bencong. Ok ok, gue coba untuk serius, 1... 2... 3... haha gue ga
betah jadi orang yang serius bahkan dalam waktu kurang dari 5 detik.
Gue dilahirin di
tanah Indonesia yang kita cintai ini (tapi tidak dengan pemerintahannya) di
tahun 1992, gila gak nyangka gue udah setua ini masih jomblo aja.
Tepatnya, gue lahir di kota Lhokseumawe, sono noh di Aceh sono. Tapi gue bukan
keturunan Aceh ya, soalnya bokap gue asli Padang dan nyokap gue asli Jawa, dan
gue? asli nggak jelas sukunya apa? Serah gue mau bilang padang kek, jawa
kek, atau gue ini malah Jawa-ban
dari salah satu doa kamu *eciieeeh. Dan Alhamdulillah gue terlahir normal tanpa
kekurangan sedikitpun tanpa sungsang, suer kepala duluan yang nongol, dan bukan
dilahirin pas nyokap gue lagi bersin (gue bukan ingus). Gue dikasi nama Ricky
Dharmawan, biasa dipanggil Ricky. Keren kan? Keren dong? Iya, gue tau itu nama
yang pasaran -_- *hening. Eh tapi gue tetap bersyukur, itu hadiah yg luar biasa
yg diberikan oleh ortu gue. Lo bayangin aja kalo misalnya ortu gue ngga ngasi
nama atau lupa ngasi nama ke gue, mungkin gue gak akan ditemukan kalo ilang di
rawa rawa -_- *krik krik*.
Gue sempat
tinggal lama di Aceh sebelum akhirnya pindah ke medan – ke siantar – ke medan
lagi – sampai sekarang. Lain waktu gue ceritain kehidupan gue di masa kecil
#alah, nggak penting.
Gue Mahasiswa
Ekonomi tingkat Kedaluwarsa di salah satu universitas di Medan, dan
entah kenapa gue males nyebutin nama universitasnya – haha. Iya, gue anak
ekonomi, akuntansi lagi. Kebayang dong gimana menderitanya bahagianya
hidup sama gue yang serba perhitungan (baca: pelit) *senyum bayi*.
Dan minat gue?
banyak coy, musik, astronomi, baca buku (nggak termasuk buku yg isinya
membosankan), jepang – jepangan (musiknya, animenya, cewe-cewe JAV-nya,
cosplay-nya, manganya, dll) travelling, touring, naik turun gunung, masuk hutan
keluar hutan, masuk kamar gak keluar keluar #IYKWIM – apaan?!
Tapi dari semua
minat gue itu, semuanya bisa terealisasi kecuali astronomi. Waktu SMA gue punya
cita-cita pengen kuliah di ITB, karena se-Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara
cuma ITB yang punya jurusan Astronomi, hebat juga ya Indonesia – huehehe. Dan
setelah lulus SMA gue dihadapkan oleh kenyataan bahwa gue nggak bisa nerusin
kuliah di ITB karena masalah biaya, ok gue sedih. Dan gue sempat nunda nikah
kuliah selama 2 tahun karena gue gatau harus kemana? Harus kuliah dimana?
Akhirnya gue merantau, gue kerja di luar kota, hidup sendiri layaknya musafir
yang mencari arti kehidupan #lebay. Singkat cerita gue balik lagi ke medan,
mutusin untuk kuliah. Gue bingung mau ambil jurusan apa? Karena minat gue cuma
astronomi – huhu. Akhirnya setelah gue semedi di pangkalan ojek selama 2
bulan-an, gue mutusin untuk ambil jurusan ekonomi akuntansi – yeee, *prokprok*.
Gue pilih jurusan absurd itu karena awalnya gue pikir gue kan suka
ngitung ngitung tuh, “kalo memang suka ngitung kenapa gak ambil matematika
aja?”, fans-pun bertanya. Hidup gue anti-mainstream coy, cukup SD – SMA
gue nyentuh pelajaran itu *senyum arogan*. Dan ternyata Akuntansi itu lebih
buruk dari yang ada di kepala otak gue – huhu. Iya, gue sadar gue salah pilih
jurusan, dan parahnya lagi gue baru nyadar waktu uda semester 5, lima, L-I-M-A
#fiuh. Gue harus apa kalo uda gitu? Mau nggak mau gue harus nerusin kuliah ini
sampe selesai, walaupun harus dengan nangis darah. Tapi, sedikit demi sedikit
dan mulai menjadi bukit, gue mulai ngerti sama kuliah ini dan gue mulai ikhlas
dalam menjalaninya, walaupun masi sering cabut untuk main pe-es – haha.
Oya, selain ngampus,
gue juga ngurus band yang dimana gue sebagai gitaris (eceile yang anak band
tapi tetap jomblo akut) – senang lu senang?! Tertawalah sepuasnya. Dari SMA gue
emang uda pengen punya band sih. Cuma waktu itu gue ga bisa main apa-apa, cuma
bisa nyanyi doang, itu juga suaranya selevel sama suara orang yang lagi ngeden
mau lahiran, makanya lebih baik gue diem dan ngomong pake bahasa isyarat.
*skip skip*
Gue gapunya
banyak waktu untuk nyeritain gimana asal-usulnya gue bisa jadi gitaris. Ya pokoknya
sekarang gue uda jadi gitaris keren *TITIK*. Gue mulai bentuk band ini
dari niat yang kuat dan jiwa yang sehat (yap, im the leader). Gue mulai nyari
anggota, yang akhirnya sampe sekarangpun anggotanya belum jelas dan belum
solid. Ternyata sesulit ini membentuk suatu band, bahkan lebih sulit dari
memecahkan rumus cewek kimia. Ya walaupun band ini belum jelas
bentuknya, setidaknya band ini sudah diberi nama, you know what is the band
name? “SILENT TIME”. Sugoiii!! >.<
Setelah
memikirkan dari beberapa nama yang dijadikan kandidat, akhirnya nama itulah
yang terpilih *potong tumpeng*. Nama itu terinspirasi dari satu band Jepang
yaitu, SILENT SIREN, personilnya cewe semua dan imut imut ikeh gitu,
musiknya juga nyangkut di hati, walaupun nggak tau arti dari liriknya – hehe
Pokoknya band
kami ini masi belum jelas personilnya, barangkali ada yang bersedia ngisi
posisi keyboard dan vocal silahkan
hubungi gue, gue membutuhkan bakat kalian T.T
Di antara
aktivitas gue sehari-hari yang uda gue ceritakan di atas tadi, sebenernya gue
juga uda bekerja di suatu perusahaan di Medan. Karena judul post ini bukan
tentang profil perusahaan di tempat gue bekerja, jadi gue gaperlu jelasin
tentang perusahaan ini #naikkan gaji kami.
Pekerjaan gue
sebagai Akuntan, yang hari-harinya berhadapan dengan angka-angka yang njelimet.
Dan akhirnya gue sadar, gak ada yang sia-sia dari jurusan yang uda gue pilih
*senyum kucing*. Dan buat orangtua yang punya anak yang cakep dan manis, ga apa
apa dah yang penting kenalin deh ke saya. Mudah-mudahan hidupnya bahagia, minimal
malam minggu anak bapak/ibu bisa makan gorengan plus es tehmanis *dilempar
kuali*.
...
...
...
...
*lagi mikir*
...
...
...
*masi mikir*
...
...
...
*ketiduran*
...
...
...
*ketiduran*
...
...
...
Yap, kayaknya
kali ini cuma itu aja yang bisa gue ceritain tentang gue yang cuma manusia
biasa ini – hehe. Sebenernya masi banyak lagi yang bisa gue ceritain tentang
latar belakang gue, secara udah 23 tahun gue hidup di dunia yang fana ini
*termenung*. Next post, mudah-mudahan gue bisa nyeritain apapun yang belum
sempat gue ceritain – amin.
Oya, berhubung
gue ini newbie di dunia per-blog-an ini, tolong dikasi saran atas apapun
tentang post gue. Baik susunan kalimat, plot cerita, bla bla bla. Dan gue juga
bersedia kok jadi murid senior-senior sekalian *pasang muka tanpa dosa*
Yoroshiku
senpai!
Kemudian, gue
juga belum tau jelas blog ini mau dibawa kemana? #armada kaleeee.
Ya pokoknya, gue
akan berbagi cerita apapun yang gue pikir bisa bermanfaat bagi orang lain,
tumbuhan dan hewan. #yaakali.
Sekalian gue promo sosmed gue ya.. (langsung klik aja - hehe)
Line juga yah, kali aja ada yang mau
ID Line : rickydha
Terimakasih
banyak sudah mau membuang waktu untuk membaca post yang hina ini. Barangkali
ada yang gak suka atau ada yang mau kenalan sama gue, silahkan tinggalkan jejak
berupa komentar di bawah. Tenang, gue gak suka sakit hati kok :v
Jaa,
Arigatou~
Arigatou~
Assalamu’alaikum